Climb The Mountain, Sail Every Sea

image

Saya seringkali terdiam sendiri. Bengong. Dalam arti sebenarnya, saya tidak berpikir. Tidak bisa berpikir. Cuma menatap nanar tanpa tahu harus berbuat apa. Otak rasanya kosong. Tidak tahu harus melangkah kemana, mulai darimana.

Kemudian ada yang bertanya. Masa sih? Bukankah kata para motivator itu syarat satu-satunya untuk mulai adalah berani mulai. Bagaimana mungkin sesuatu dimulai jika kemudian saya bengong, diam, kosong dan tidak tahu harus berbuat?

Meskipun saya sangat setuju dengan istilah ‘untuk mulai, kita harus BERANI mulai’, namun pada kenyataannya ‘mulai’ tidak segampang itu (saya yakin, saat ini ada yang mengangguk-angguk mengiyakan karena merasa mendapat dukungan). Ada banyak perasaan yang harus dilawan untuk mulai. Perasaan ragu, gentar, bingung, dan sebagainya. Dan tentu saja, perasaan bertanya-tanya, ‘Kalau saya sekarang mulai, apa yang terjadi berikutnya?’

Saya kurang setuju jika dikatakan bahwa semua orang yang sekarang belum mulai adalah akibat mereka ‘takut gagal’. Sering juga bukan perasaan takut gagal yang menghalangi, melainkan akibat munculnya pertanyaan, ‘Akan berhasilkah cara ini? Bagaimana jika ada cara lain yang lebih baik?’ Ini sangat berbeda dengan ‘takut gagal’.

Saya yakin sebagian besar orang tidak dapat menggambarkan apa yang akan terjadi setelah mereka mulai, bahkan saat mereka sudah mulai.

Saya dan teman-teman sudah memulai usaha kami. Berkembang lebih baik dari apa yang kami duga sebelumnya. Kami berjalan lebih jauh dari yang bisa kami kira. Ada banyak hal menyenangkan. Yang membuat deg-degan juga tidak kalah banyaknya. Jangan kira bahwa semua selalu baik-baik saja. Bahwa semua semulus apa yang orang lihat dari luar. Kalaupun terlihat seperti itu, itu karena kami saja yang belajar untuk tertawa setiap hari. Apapun situasinya.

Namun, selalu ada saat dimana tiba-tiba saya hanya bisa bengong saja. Tidak tahu harus berbuat apa dengan hal-hal yang terhampar di hadapan saya. Rasanya seperti ini:
a. Saya ingin sampai ke puncak gunung. Saya tahu ada puncak di sana.
b. Mata saya tidak bisa melihat dimana puncaknya
c. Saya melihat beberapa jalan di hadapan saya.
d. Saya harus pilih jalan yang mana? Apa bedanya?

Lalu?

Lalu datanglah detik-detik itu. Detik-detik diam yang tidak berpikir karena tidak tahu harus berpikir apa. Memilih jalan manapun, sebenarnya tidak ada bedanya. Karena, toh, tidak ada satupun dari jalan itu yang pernah saya lalui sebelumnya. Saya tidak tahu apa bedanya. Saya tidak tahu apakah jalan yang akan saya pilih adalah jalan yang benar, jalan yang memutar, jalan yang lebih pintas atau malah jalan buntu.

Di suatu saat, selengkap-lengkapnya data yang saya dapatkan, tidak bisa memastikan jalan mana yang lebih baik dari yang lain. Tidak ada yang bisa memberikan gambaran yang jelas tentang seperti apa kelak jalan itu.

Dan saat itu adalah, saat kita terjebak bukan oleh rasa takut. Kita terjebak dalam ketidaktahuan. Sumber ilmu teknis banyak tersebar, namun ilmu memastikan masa depan tidak akan ada seorangpun yang akan sanggup jadi pengajar. Acap kali kita tidak mulai melangkah karena TIDAK TAHU tentang masa depan. Kita ingin tahu! Ingin KEPASTIAN, bahwa jalan yang kita pilih kelak akan membawa kita ke puncak. Begitu, kan?

Untuk jadi 100% yakin, saya tidak punya resepnya. Saya tidak tahu bagaimana caranya supaya kita bisa 100% yakin dengan jalan apapun yang akan kita pilih. Dan saya pun tidak pernah mencari keyakinan 100%. Toh, nyatanya, keyakinan saya tidak bisa membuktikan apakah kelak sesuatu benar atau salah. Dan… Kita hanya bisa meyakini apa yang INGIN kita yakini.

Namun, tidak berarti saya tidak mencari keyakinan. Saya mencoba mencari sumber-sumber yang bisa memberikan petunjuk. Sumber utama saya adalah hasil diskusi dengan partner-partner saya. Selain itu, saya juga mencarinya di buku bacaan, melihat data-data yang kami punya sendiri, googling dan… Twitter.

Buku biasanya sanggup memberikan saya gambaran tentang teori yang memberikan sebuah pola pikir global. Dari data-data internal bisa dilihat tren penjualan, sistem, dsb. Lewat googling, saya membaca banyak artikel-artikel tentang masalah yang saya hadapi. Dari Twitter, saya kerap mendapatkan berbagai isu sosial dan testimoni-testimoni. Setelah semuanya terkumpul, apakah saya yakin 100%? Tidak! Maksimal yang bisa saya dapatkan adalah keyakinan 50%!

Lantas, 50%nya lagi darimana? Kita harus benar-benar yakin dengan apa yang kita lakukan, kan? 100%! Tidak kurang! Ketidakyakinan adalah awal dari kegagalan. Maka, sebelum benar-benar melangkah kita harus benar-benar yakin dengan jalan yang kita pilih sendiri. Jadi, mendapatkan keyakinan 50% sisanya adalah hal yang penting!

Well, #imho di sinilah letak perbedaan kualitas pribadi seseorang. Karena, keyakinan 50% pertama bisa kita dapatkan dari luar, 50% sisanya justru kita dapatkan dari dalam diri kita sendiri. Butuh kualitas pribadi yang visioner, mampu memandang ke depan dan siap secara mental untuk menanggung segala resikonya.

Bahkan bisa jadi, ada suatu saat dimana keyakinan yang datang dari dalam diri sendiri harus lebih besar dari data-data yang bisa kita dapatkan. Keyakinan apa yang bisa kita dapatkan ketika semua data dan orang-orang di sekitar kita mengatakan yang sebaliknya? Mundur?

Well, i must say, hidup tak selamanya harus masuk akal. Saya bukan pendobrak. Bukan pionir. Saya hanya mencontoh apa yang dulu dilakukan orang-orang sebelum saya. Melewati jalan yang sebelumnya memang pernah dilewati. Doing The Impossible. Berkah luar biasa jika saya menemukan hal yang possible. Sekalipun it seems impossible, i have no other choice! I must get through it! Cause there’s always a way to see all impossible dreams are all possible things to do.

Is it faith? I don’t know. Then i stop thinking. I just climb the mountain and sail every sea… That’s all…

Kelapa Gading, 16/3/2012
ditulis saat saya penuh dengan keraguan

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...