Sebelum Terakhir

Aku tak bisa lagi di sini
Harus cepat pergi
Sebelum embun mengering
Sebelum rumput menguning
Sebelum fajar menyingsing
Sebelum rambut memutih
Sebelum bertambah perih
Sebelum hilang lembayung
Dari senja terhuyung
Dari kaki yang tak mampu berdiri
Selagi ada daya untuk pergi

Untuk apa lagi di sini
Jika hanya menunggu mati
Kereta telah berderak
Takkan menunggu untuk bergerak
Kumpulkan asa terserak
Mungkin serpih
Tapi bisa jadi pegangan
Untuk berhenti merintih
Untuk jadi harapan
Akan malam penuh bintang
Ombak berdebur tenang
Di sela karang terjal

Sebelum tiba ajal
Sebelum dada tersengal
Sebelum doa tak bermakna
Takkan ada apa setelahnya
Hanya kosong
Hanya lengang
Tak lagi ada senang
Hanya sedih jadi teman
Dan sesal
Bahwa semua terlambat
Jangan sampai tersesat
Oleh takdir dan sepi
Oleh suratan dan galau hati
Pergi
Jangan lagi di sini

Sebelum senja tenggelam
Dalam lautan malam
Sebelum langkah tertinggal
Sebelum tersisa getir
Sebelum datang maut
Sebelum napas terakhir
Datang menjemput.

17/2/11
9.30pagi
http://www.wisnusumarwan.wordpress.com

*gambar diambil di http://2.bp.blogspot.com

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...