Enaknya Nyampah di FB!

Akhir-akhir ini saya punya kesenangan baru : Nyampah di wall Facebook, baik di wall orang maupun di wall saya sendiri. Berbagai kata-kata sok bijak yang entah saya dapat darimana atau komentar-komentar tolol saya lancarkan dengan segenap kemampuan (*lebay mode on).

Sasaran pertama, tentu saja wall saya sendiri. Berbagai jenis kata-kata saya ketikkan di sana. Biasanya saya tidak banyak berpikir hendak menulis apa. Apa yang saya pikir saya tulis di sana. Tidak perlu ada hubungannya dengan diri saya sendiri. Bahkan saya jarang sekali menulis status FB yang terkait diri saya.

Saya masih merasa bahwa ada batas yang jelas antara ruang privat dan public-sphere. Jadi, sekalipun saya menulis status yang berniat menyindir, saya hampir tidak pernah menyindir secara personal. Kalaupun ada sindiran personal, saya usahakan hal itu berlaku umum karena, bagaimana pun juga, FB sudah jadi areal publik.

Saya pikir, untuk apa juga menyindir orang lewat FB? Kerap orang yang bersangkutan tidak sadar sedang disindir atau bahkan saya jadi menyindir orang yang salah. Menyindir lewat FB bukan sarana yang efektif, lebih baik secara langsung saja.

Curhat? FB bukan sarana yang tepat. Lebih banyak orang sok tahu di FB yang memberikan komentar (garis bawahi ‘Di FB’ karena saya melihat ada kecenderungan orang untuk mempersonifikasi karakter di FB berbeda dengan dunia nyata. Biasanya, sih, agar terlihat lebih sempurna. Sehingga bisa jadi, apa yang kita simpulkan tentang karakter seseorang lewat account FB-nya jadi kurang tepat).

Bagaimana saya tahu? Karena, saya adalah salah satu orang yang sok tahu itu. Pasti banyak orang yang seperti saya. Jadi, untuk apa saya malu atau menyesal? Toh, semua orang melakukannya, kan?

Kapan-kapan anda harus bertemu saya secara langsung. Jika menurut anda saya sok tahu di FB, pendapat anda akan berubah. Saya JAUH lebih sok tahu dari itu! Jadi, untuk menyalurkan hobi sok tahu saya, saya membuat tulisan ini.

***

Ada modal penting jika anda ingin nyampah di FB: ketelitian untuk memperhatikan apa yang ditulis orang lain dan semangat untuk ikut campur urusan orang tanpa diundang (akhir-akhir ini, saya gemar melakukan keduanya dan ternyata menyenangkan). Namun, saya tetap memegang prinsip saya. Sebisa mungkin, apa yang saya tulis berguna untuk siapapun yang membacanya, minimal menghibur orang. Untuk urusan menghibur orang, saya masih harus banyak belajar karena pada dasarnya saya bukan orang yang lucu, saya hanya sedikit menggemaskan.

Prinsip kedua saya adalah: Do it to the max! Sok tahu sampai maksimal atau Tolol sekalian. Jangan setengah-setengah. Inginnya sok tahu, malah jadi kelihatan tolol. Makanya, sama seperti orang lain yang ingin terlihat sempurna di FB. Saya juga. Saya ingin sok tahu dengan sempurna atau tolol dengan sempurna. Sempurna tololnya lebih baik daripada setengah pintar. Tidak ada hal setengah-setengah yang baik kecuali telor setengah matang!

***

Well, saya punya beberapa model status FB yang enak dikomentari. Pertama, status “strong… strong… strong…”. Status ini tujuannya adalah memberi semangat pada diri sendiri. Misalnya: “Entah apapun yang terjadi, aku akan berusaha! Semoga aku kuat menghadapinya…”. Keisengan saya kerap muncul jika melihat status model ini. Mengapa? Karena saya jadi membayangkan adegan sinetron ‘Lihat saja nanti! Aku akan menghancurkan perempuan itu!’ lengkap dengan mata yang melotot dan mulut komat-kamit. Suatu kalimat yang seharusnya hanya jadi suara hati, mendadak muncul di facebook. Ini menarik buat saya.

Yang kedua, status ‘how busy i am‘. Lewat status model ini, seseorang berusaha membuat orang lain tahu bahwa si penulis tidak punya waktu lagi.  Misalnya: “Huff… Cape niy… Abiz jalan-jalan ke blok M. Truz, nemenin mama arisan. Uuugh,harus lembur lagi!” Yang membuat saya jadi ingin mengomentari adalah ‘ternyata ia sangat sibuk sampai-sampai sempat untuk gonta-ganti status di Facebook’. Soalnya, akhir-akhir ini saya sering updating status karena saya memang sedang kurang kerjaan.

Model ketiga yang enak dikomentari adalah status ‘Hey! Look at Me, Guys!‘. Status ini berusaha menunjukkan eksistensi penulisnya. Misalnya: “Aduuuh, knp sii Zara nggak bikin ukuran yang pas? Jadi harus dijahit ulang, deh“. Maksud status ini adalah… Hmmm… Maksudnya adalah… Hmm… No comment, deh.

Status berikutnya adalah status ‘I’m not available‘. Status ini untuk menunjukkan betapa sayangnya ia pada pacarnya atau ‘aku sudah punya pacar, lho’ (jika mereka memang suami istri, kebalikannya, saya suka membacanya). Misalnya : “Kangen kamu nich. Jadi pengen liat foto kamu terus…“. Untuk status model ini saya agak ragu. Apakah saya iseng karena saat ini saya tidak punya pacar sehingga iri, atau apa ya? Teman-teman saya yang sudah menikah jarang menulis status model ini. Jika orangtua saya yang sudah menikah puluhan tahun punya account FB, akankah mereka menulis status-status model ini? Saya pernah menemukan ada teman saya yang bertengkar dengan pacarnya hanya gara-gara lupa menulis status semodel ini.

Kebalikan status di atas, berikutnya adalah status ‘can’t live without you‘ alias status curhat patah hati. Misalnya, “aku nggak tahu kapan aku bisa melupakanmu. Mungkin tidak akan pernah“. Yang membuat saya merasa status ini jadi lucu adalah sering yang menulis adalah anak-anak belasan tahun sampai awal 20-an. Komentar skeptis saya: “Kalo putus pacaran aja elu kayak gini, jangan-jangan kalo besok nikah n cerai, elu pada bunuh diri, ya?” Jadi, timbul pertanyaan di benak saya: apakah ini dramatisasi? Kalau bukan, apakah mereka terlalu banyak nonton sinetron sampai bisa segitunya? Ah, bukan urusan saya juga.

Itulah model-model status FB yang bisa memancing keisengan saya. Oh ya, ada status yang tidak pernah saya komentari yaitu status ‘Are You Writing Something?‘ alias  status yang hurufnya besar-kecil tak teratur dengan simbol-simbol atau segala macam atribut dan singkatan. Sederhana saja, saya tidak mengerti mereka menulis apa.

Jakarta, 20/9/10

*gambar saya ambil dari http://www.inewidea.com

** Tulisan ini bukan generalisasi atau sindiran terhadap apapun, karena sebenarnya banyak sekali manfaat yang bisa kita ambil dari facebook jika kita bisa memperlakukan facebook sebagaimana mestinya.

*** By the way, banyak status teman-teman saya yang sangat inspiratif buat saya. Thanks to them!🙂

1 Comment

  1. […] Enaknya Nyampah di FB! […]


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...