Saksikan Bulan

Saksikan bulan yang bulat sempurna di angkasa gelap semata. Tiada cahaya di sana selain dirinya. Kita menyaksikan tanpa bertanya. Biarkan angin bertiup pelan begitu saja.

Saksikan bulan bergerak perlahan di belah langit utara. Dalam bentuknya yang tak lagi sempurna. Ia masih bersinar di sana. Biarkan kita menyaksikannya. Kita masih diam, tersenyum padanya.

Saksikan bulan yang perlahan sedih dalam cerlangnya. Separuh sinar yang masih sama terangnya. Tapi kita mulai saling memandang. Mungkinkah bulan pergi dan hilang?

Saksikan bulan yang kini tinggal segaris di angkasa gelap semata. Tiada yang bisa kita lakukan selain biarkannya. Kita bisa sedih atau menangis karenanya. Tapi tidakkah garis itu bagai senyum seorang teman sejati? Yang pergi dan pasti kembali.

Saksikan bulan di langit sana. Mungkin kita tak melihatnya. Tapi ia ada saksikan kita.

Jakarta, 1/4/10
Untuk bulan

*gambar dari http://gaiagirls.com

http://www.wisnusumarwan.wordpress.com

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...