Aku Babu

Aku babu…
Babu yang merayap dan memohon di kakimu…
Mengharap belas kasihan
Meratap…
Aku lenyap…
Aku lenyap di matamu
Atau senyap…
Aku riak
Aku riak di lautmu
Biarkan aku merangkak di tanahmu
Atau terserak di lumpurmu…
Kau tidak perlu mendengarku..
Karena toh…
Aku tak bersuara
Bodoh,..
Aku bahkan tak bernyawa…
Aku tubuh tak berjiwa…
Aku mati saat hidup…
Percuma udara yang kuhirup…
Semua cuma abu tak berarti
Aku babu menunggu mati…

(Jumat, 5 Juni 2009) 10:30
Selasar lantai 2

2 Comments

  1. Aku terjebak melihat kata itu
    terjebak dalam makna
    yang belum aku pahami
    di serat puitikamu

    • Terserah aja ama yang baca…
      maksud kan relatif…
      sukses…🙂


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...