Every PAINting Will Become A Picture

2830891297_cd3d3a3c61

Semua lukisan kelak tidak akan lebih dari hanya sebuah gambar

Saya bukan penggemar Tommy Page, tapi kata-kata ini saya dapat dari sampul kaset album penyanyi yang (sekarang) saya pikir agak-agak sok ganteng. Di luar bahwa mungkin (sebagian orang bilang) dia memang ganteng, saya sangat setuju dengan quote ini.

Banyak dari kita yang terjebak dalam kenangan. Saya pernah menjadi salah satunya. (Dulu) Saya merasa bahwa kenangan adalah bagian dari hidup saya, dan saya selalu menjaga kenangan-kenangan saya sebagai bagian yang tidak terlepas dari hidup saya. Entah apa yang memotivasi saya, tapi saya sering merasa bahwa rasa dari sebuah kenangan tidak seharusnya berubah. Sebuah kenangan seharusnya memiliki rasa yang sama saat saya mencoba untuk mengingatnya kembali. (Bodohnya, waktu itu) Saya merasa bahwa itulah yang memang seharusnya saya lakukan.

Dan sekarang saya (tersenyum dan ) merasa bodoh pernah berpikir seperti itu. Karena, akhirnya saya berpikir bahwa kenangan menjadi kenangan karena kenangan memang dibuat tidak lebih hanya untuk diingat dan BUKAN untuk dirasakan. Kenangan dibuat tidak lebih dari sebuah buku saku yang bisa kita lihat saat kita membutuhkan sebuah retrospeksi, untuk melihat kembali jalan hidup kita dan menentukan apa yang seharusnya kita lakukan di sisa hidup kita yang singkat ini. Dan tidak selayaknya kita terlalu lama melihat buku saku itu, karena inti dari perjalanan hidup kita adalah perjalanan itu sendiri dan bukan mengenai apapun yang tertulis di buku saku itu. Waktu dibuat bukan untuk dihabiskan dengan membaca peta, tapi menjalani perjalanan yang ditunjukkan oleh peta itu.

Saya sedih melihat diri saya sendiri yang sempat menjadikan rasa sakit dari sebuah kenangan menjadi candu. Saya pernah (seperti) kecanduan rasa sakit.  Saya mengingat kenangan untuk kembali mendapatkan rasa sakitnya.Seakan hal itu adalah sebuah bentuk pengorbanan terhadap apa-apa yang telah hilang dari hidup saya. Seakan hal itu membuat saya menjadi lebih baik dari sesuatu atau seseorang yang telah menimbulkan rasa sakit itu. Seakan saya menjadi lebih hebat dengan mampu merasakan rasa sakit itu lebih lama atau lebih dalam. Seakan kita adalah orang yang lebih tulus. Seakan kita menjadi orang yang lebih mampu mencintai.

Dan ternyata kecanduan rasa sakit lebih menyakitkan dari rasa sakit itu sendiri.

Satu hal yang akhirnya saya sadari. Kadar rasa sakit yang kita terima dari pengingatan sebuah kenangan tidak sepenuhnya berbanding lurus dengan besarnya rasa cinta yang kita miliki. Lebih dari itu, semakin lama dan semakin dalam rasa sakit yang kita rasakan adalah tanda bahwa kita harus segera meninggalkan rasa sakit itu dan membiarkan kenangan tidak lebih dari sebuah ingatan akan sesuatu yang pernah terjadi di masa lalu kita. Membiarkan kenangan hanya menjadi potongan-potongan yang tidak perlu dimaknai dengan emosi. Membangun sebuah kesadaran dari rasa cinta pada diri sendiri dan hidup ini.

Kesadaran ini adalah kesadaran transendental untuk menerima dan ikhlas bahwa segala sesuatu memang sudah seharusnya terjadi dalam sebuah proses pematangan mental dan akan selalu terjadi di sepanjang hidup kita. Kita tidak akan pernah bisa membuat dunia berhenti menyakiti kita, tapi kita selalu bisa memilih apakah kita akan sakit karenanya atau menjadikannya sebagai gymnasium mental bagi kita agar menjadi lebih kuat.

Kecil atau besar, penting atau remeh, rasa sakit akan selalu ada. Tapi, sekali lagi kitalah yang memiliki hak prerogatif atas tubuh dan jiwa kita untuk memilih rasa sakit itu sebagai candu atau sebaliknya sebagai vaksinasi bagi kekuatan kita dalam menjalani hidup yang sebenarnya indah ini.

Maka saya memutuskan untuk hidup saya, bahwa saya tidak akan menjebak diri saya ke dalam kubangan kenangan rasa sakit atau mencandu padanya.

Saya tidak bisa menghindar dari rasa sakit atau menghapus kenangannya. Yang bisa saya lakukan adalah memelihara potongan-potongan kenangan itu seperti menonton sebuah film dimana saya bukan aktor di dalamnya, namun saya selalu bisa mengambil sebuah makna darinya. Makna yang akhirnya memperkaya hidup saya dan mengutuhkan diri saya sebagai seorang manusia.

Just look at the painting, one day it will become a picture.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...