Set The Next Goal and Feel It…

little-me1 Waktu saya masih bocah, ada sebuah kebiasaan orangtua saya yang terus berjalan sejak saya masih belum mengingat apapun hingga saat saya mulai menginjak remaja. Entah kenapa kebiasaan itu menghilang begitu saja. Yaitu, menjelajah dengan mobil.  Yang unik adalah, kami sekeluarga tidak pernah begitu saja melewatkan plang yang terpampang di pingir jalan. Jika ada plang yang menunjuk “Candi Jago*….. km”, kami pun berbelok ke sana. Atau “Candi Singasari**… km”, dengan senang hati kami akan mengikutinya.

Jujur saja, saya bukan orang yang senang berada di perjalanan. Lebih tepatnya, saya tidak bisa menikmati berada dalam mobil. Namun, saya sangat menikmati melihat tempat-tempat baru (Ah, jika saja pintu “kemana-saja” benar-benar ada). Saya menyukai tempat-tempat yang saya datangi, meskipun saya saat ini tidak bisa mengingat seluruhnya karena terlalu banyak tempat yang sudah disinggahi.

Bagaimana mungkin saya bisa lupa sesuatu yang saya sukai? Entahlah, tapi ternyata, hal itu juga sering terjadi saat saya mendapatkan apa yang saya inginkan. Misalnya, saya menyukai barang baru yang saya punya (Hp, baju, atau bahkan nilai ujian), paling lama 1 bulan. Selebihnya, biasanya saya lupa atau saya menemukan sesuatu yang lain. Padahal saya berjuang untuk mendapatkan apa yang saya mau terkadang dalam jangka waktu yang cukup lama (misalnya, menabung selama setahun untuk sebuah Hp atau apapun).

Salah? Mungkin salah. Tapi, selama ini seperti itu mekanismenya. Kebahagiaan atau kesedihan selalu datang silih berganti. Yang tidak pernah berubah, adalah perjalanan itu sendiri. Ia terus berjalan maju seiring dengan waktu. Perjalanan ini tidak peduli. Apakah saya gembira atau bersedih, ia terus berjalan. Ia tidak mau tahu, bahkan perjalanan ini tidak juga memberi saya waktu. Saya dipaksa untuk ikut. Suka atau tidak, itu bukan urusannya. Pokoknya, saya harus ikut… ***

Lantas, bagaimana jika tiba-tiba kita telah mencapai sesuatu yang kita inginkan? Inilah yang jarang dibicarakan orang. Kita selalu diributkan dengan bagaimana mencapai tujuan dan mendapatkan apa yang kita inginkan. Kita sering lupa, jika kita telah mendapatkan apa yang kita inginkan, apa yang akan kita lakukan? Bukankah kepuasan mencapai sesuatu selalu lebih singkat dari perjalanannya sendiri?

Jika kita salah saat berada di titik ini, kita akan menjadi tidak lebih dari manusia serakah yang seakan tidak pernah puas dengan apa yang kita miliki. Atau sebaliknya, berhenti berjalan karena merasa perjalanan sudah selesai dan kehilangan passion.

Saya tidak ingin jadi keduanya. Saya tidak ingin jadi serakah tapi saya juga tidak ingin berhenti.

Dari sini, ada pelajaran yang saya ambil. Hidup seringkali bukan mengenai tujuan. Hidup lebih serupa dengan perjalanan. Bukan tujuan akhir yang penting, karena mungkin tidak pernah ada sebuah tujuan akhir. Yang ada adalah menentukan tempat persinggahan berikutnya. Bersyukur pada saat kita tiba di sebuah persinggahan sementara, dan tetap berjalan menuju tujuan yang sejati. Apa tujuan yang sejati itu? Hanya hati kita masing-masing yang tahu…

So, it’s time to set the next goal and feel it…

candi_jago_p1010869aa


* Candi Jago adalah Makam Anusapati, putra Ken Dedes dari Tunggul Ametung yang kemudian membunuh Ken Arok dengan Keris buatan Mpu Gandring.

** Candi Singasari adalah Makam Raja Kertanegara, raja terakhir Singasari yang wafat akibat pemberontakan Jayakatwang. Merupakan raja pertama yang ingin menguasai seluruh nusantara.

*** Mengenai hal ini, silakan baca buku yang berjudul “How to Get What You Want and Want What You Have” karya John Gray. Sangat menarik dan inspiratif. Bagaimana kita berjalan bersama waktu, mendapatkan apa yang kita inginkan dan tetap menginginkan apa yang sudah kita punya.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...