Papua, Tanah Dewa yang Disia-siakan…

raja-ampat-papua

Jika sebuah negara bisa dianalogikan dengan manusia, maka Indonesia adalah seorang manusia yang melupakan organ tubuhnya dengan menyia-nyiakan banyak tanah yang menjadi bagiannya. Salah satunya adalah Papua. Saya, yang sama sekali belum pernah menginjakkan kaki saya di sana dan hanya melihatnya lewat foto-foto di internet, pun bisa merasakan sebuah getaran yang dikirimkan dari sana. Foto-foto itu seperti memperlihatkan pada saya bagaimana Tuhan menjatuhkan sepotong surga di tanah Indonesia yang ternyata memang sekaya apa yang bisa diceritakan orang-orang.

Foto-foto itu sedikit menunjukkan apa-apa yang tidak pernah saya lihat sebelumnya dan saya tidak bisa membayangkan apa yang akan saya rasakan jika saya benar-benar berdiri di sana. Di atas Tanah Para Dewa yang disia-siakan.

Terlalu banyak cerita buruk tentang apa yang dialami oleh orang dan tanah Papua, yang mungkin akan menghilangkan keobjektifan saya saat menilai tentang Indonesia. Saya hanya ingin kita semua menyadari bahwa ada sebuah tanah yang membentang di ujung timur negeri kita yang harus diperlakukan penuh cinta seperti kita mencintai organ-organ tubuh kita sendiri. Jika saya adalah Indonesia dan Indonesia adalah seorang manusia, saya tidak ingin berkhianat pada tubuh saya sendiri dengan tidak mencintainya (atau memperlakukan seakan saya tidak mencintainya).

cendrawasih-di-pbatantapapua Inilah yang sering saya lihat saat kita mencintai seseorang atau sesuatu. Kita mengatakan dan mungkin juga merasakan bahwa kita mencintanya, tapi kita tidak memperlakukan selayak orang yang mencintai.

Maka, cinta jangan cuma dirasakan atau dikatakan, tapi lakukan. Jangan tanya kapan, karena hanya sekarang waktu yang tepat untuk mencintai, bukan di masa lalu atau di masa depan. Cinta hanya dibuat untuk hari ini, detik ini. Tidak ada jaminan bahwa kita masih memiliki cinta di masa depan, atau masih ada yang akan dicintai saat itu. Kita akan sangat menyesal saat kita memiliki cinta yang besar tapi apa yang kita cintai itu sudah hilang. Karena itu bisa saja hilang.

Papua, Tanah Para Dewa…

4 Comments

  1. Tq brother for that.. wie u all the best and we give u
    respect for your criticism to the government

    • Welcome… I do really feel that goverment and all of indonesian should pay more respect to Papua and all our brothers there…
      One of my dream is to get my feet there…🙂

      Thank you for your appreciation…

      Wisnu

  2. tanpa kita sadari sistem dinegara kita masih seperti kolonalisme pada jaman belanda, semua kekayaan daerah disedot ke pusat (batavia), dari pusat dikirim ke berbagai negara (kalau dulu ke belanda). papua ibarat daerah yang saat ini sedang tidur.

    • Untuk ini saya tidak mampu komentar…. Saya bukan orang yang pantas, saya masih terlalu bodoh…. Tapi, terimakasih untuk apresiasinya. Semoga negara kita cepat tersadar bahwa kesejahteraan rakyatnya (dimanapun mereka berada) adalah tanggung jawab mereka juga…


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...