Cerita Pengembara

Jika kuda-kuda itu masih berlari di padang rumput jangan lupa untuk menceritakannya padaku
Karena aku ingin melihatnya lagi
Jika mereka berderap-derap tanpa pelana, katakan juga padaku
Lewat surat atau lagu yang rindu
Jika pun mereka berhenti, ceritakan tentang surai, ringkik dan lenguh mereka kini
Karena aku pernah mendengarnya
Dari cerita pengembara dan syair para pujangga
Karena itu ceritakan padaku
Jika bulu mereka berkilat-kilat tertempa cahaya, ceritakan juga
Karena cahaya yang sama pernah berkunjung padaku
Lewat udara dan angin yang lalu
Jika langkah mereka gegap gempita, sampaikan ceritanya
Dan gambarkan bunyinya
Apakah mereka sedang gembira
Apakah mereka sedang bermain dengan senja
Atau embun yang bersahaja
Dan Jika kau sempat mengunjungi kuda di padang rumput
Bicaralah pada mereka lewat rasa
Katakan bahwa nama mereka telah tersebut
Bahwa kau pernah bercerita pada seorang buta
Orang buta yang terus mendengar kisah pengembara
Orang buta yang mendengar kisah hanya lewat cerita
Tentang kuda-kuda dari para pujangga
Hanya itulah yang ia bisa

7 September 2007

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...