Generasi Facebook, Nyata atau Maya?

Thx 4 the add…
Add gw dunk…

Itu baru dua istilah yang kini menjadi bagian dari kehidupan anak-anak muda jaman sekarang. Jika anak muda tersebut cukup melek internet, nyaris semua pernah mengetikkan istilah-istilah yang berbau-bau sama. Bukan cuma anak muda, gejala seperti itu juga sudah menyebar ke seluruh penjuru dunia. Tua muda, miskin-kaya, surga-neraka (yang terakhir tidak ada hubungannya), terkena demamnya.

Sejak kesuksesan Friendster beberapa tahun lalu, aktifitas jaringan pertemanan via internet nyaris tidak terbendung lagi. Berbagai situs penyedia layanan semodel itu muncul seperti orang udik yang urbanisasi ke kota setelah lebaran, mendadak ramai. Jika diibaratkan, mungkin seperti tukang bakso baru di pengkolan depan rumah yang logat Tegalnya masih kental, tapi pengen elu-gue-an. Belum sempet sadar ada tukang bakso baru, eh, tau-tau udah ada juga tukang ketoprak baru! Ramai!

Mulai dari multiply, myspace, plurk, facebook, dan berbagai macam halaman web yang dapat diakses dengan berbagai macam fasilitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan keinginan kita, personalized kalau istilah ilmu komunikasi massa untuk menyebut kelebihan new media yang satu ini, berhamburan di dunia maya. Intinya sama, bisa add-friend dan kirim testi (jangan tambahkan “s” karena akan jadi…. es testi!). Pokoknya, saik be-et dah !!! (Meminjam istilah remaja ‘80-an untuk bilang “asyik banget, deh”).

Pertanyaannya mudah, gimana sih caranya bikin facebook? (Istilah yang salah banget, karena yang bikin facebook kan Mark Elliot Zuckenberg… Kalo mau ikutan bikin, ganti merek dong… Atau, maksudnya mau bikin account facebook alias rekening facebook? Rekening? Kok kedengeran, aneh ya? Ada istilah lain nggak sih untuk account ? tapi… Hareee geneee nggak punya facebook?! Ih, jadul deh lu…)

Jadi, pertanyaannya bukan itu. Pertanyaannya adalah : apakah akses terhadap internet, yang digambarkan dengan tingginya angka pengguna facebook yang semakin mewabah, paling tidak di kampus, menunjukkan bahwa anak muda telah makin terbuka terhadap kemajuan teknologi? Dalam arti yang lebih sempit, apakah internet memang sudah benar-benar meningkatkan hajat hidup anak muda alias membuat mereka jadi lebih kompeten di bidang kerja dan dunia nyata? Ternyata tidak! (Paling tidak berdasarkan pengamatan penulis sendiri).

Bayangkan! Seorang teman penulis yang setiap hari selalu OL (on-line maksudnya, bukan Orang Linglung!) di facebook, mendadak melongo waktu penulis meminta tolong untuk mengirimkan email dengan attachment. Lebih parah lagi, akhirnya ia mengirimkan file makalah, yang notabene 30 lembar (!) itu, ke dalam halaman e-mail di yahoo! yang hanya terbatas untuk seribu karakter (udah tahu kan kalo file itu seharusnya di-attach?). Terbayang, kan, apa jadinya? Kacau dan membingungkan!

Puncaknya! Ada lagi yang, dengan ‘kreatif’, meminta penulis mengirimkan tabel Microsoft Excel (file yang extension-nya *.xls. Ingat! Ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan rambut!), lewat boks testimonial di Friendster! Penulis memang bukan ahli komputer, apalagi jika harus membuat tabel Excel di Friendster! Aaargh!!! Bunuh saja aku!!!

Lebih serunya lagi, penulis bukanlah satu-satunya orang yang mengalami hal-hal seperti itu. Jadi, fenomena apa ini?

Di tengah tangan-tangan yang rajin nge-klik berbagai aikon di internet, ternyata hal itu hanyalah kesemuan yang tidak benar-benar mencerminkan kesadaran teknologi generasi muda. Padahal, banyak sekali program-program komputer yang sebenarnya bisa meningkatkan kompetensi anak muda di dunia kerja. Mulai dari office, coreldraw, freehand, ilustrator, photoshop, audition, soundforge, premiere, dreamweaver, frontpage, flash, final draft, 3Dmax, autocad, scetch-up, indesign, … tidak perlu diteruskan, kan? Jadi, mengapa hanya memilih, semata-mata, Facebook dan sedikit-sedikit bisa nge-tik di word dengan sebelas jari?

Anda boleh percaya pada saya, keahlian anda menggunakan facebook tidak akan ditanyakan pada saat wawancara kerja nanti. Bayangkan, seorang pewawancara-kerja mengatakan, “Berapa teman anda di facebook? Astaga!!! 1579!! Waduh! Anda lebih hebat dari saya! Selamat! Anda diterima di perusahaan kami!” Mungkinkah?

Bagaimanapun, entah anda kelak bekerja atau berwirausaha sendiri, ukuran yang akan digunakan adalah ukuran-ukuran yang nyata. Yaitu, apa yang bisa anda lakukan, seberapa luas relasi anda di dunia nyata, karakter anda, seberapa besar yang bisa anda hasilkan dan berbagai kriteria yang sulit untuk bisa dimanipulasi seperti yang kerap dilakukan orang di facebook atau friendster supaya kelihatan keren.

Mengambil lirik The Changcuter’s “Biar kata mirip buaya, bagiku Luna Maya”. Jangan sampai Generasi Facebook hanya jadi generasi yang maya. Karena, jelas, ini bukan Luna Maya! Luna Maya di facebook bisa jadi benar-benar buaya, atau bahkan biawak!

1 Comment

  1. FB menawarkan satu hal kepada orang, kesempatan untuk mengeksplorasi sisi narsistik-nya. Tak ada orang yang tak suka memperhatikan diri sendiri, sebagaimana sukanya dia diperhatikan orang lain. FB, untuk menyebut satu diantara banyak sekali situs social networking lainnya, memungkinkan hal tadi terjadi dengan mudah & gratis.

    Tapi yang sekarang jadi concern utamaku soal FB adalah semakin mudahnya orang mendapatkan informasi pribadi orang lain, tentunya melalui FB tadi. Anda cukup buka halaman FB orang bersangkutan, dan berbagai informasi yang mungkin mustinya bersifat confidential bisa diperoleh–klo pun tidak bisa langsung terlihat, Anda bisa meng-add dia, dan begitu approval datang, semua sisi hidupnya yang ditampilkan di Fb bisa diperoleh.

    Aku sempat iseng buat sedikit catatan tentang fenomena booming Facebook ini. Silahkan simak.
    http://astayoga.wordpress.com/2009/01/28/ada-apa-dengan-facebook/


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...