Syukurlah… Saya kena Sariawan…

Syukurlah….

Saya bukan orang yang sering sakit. Bisa dibilang sangat jarang. Apakah karena saya vegetarian? Saya tidak tahu, dan juga tidak mencoba mencari tahu. Saya vegetarian, sebatas karena saya nyaman karenanya… Mungkin hanya sedikit enggan untuk menggunakan gigi taring saya, yang kata guru biologi jaman SD dulu berguna untuk merobek daging….

Tapi, beberapa hari ini beberapa sariawan mendadak menyerang rongga mulut saya…. Saya menganggap sariawan tergolong penyakit karena membuat hampir seluruh aktifitas saya terganggu akibat mood yang jadi rusak berantakan. Penyebabnya, yang jelas bukan karena saya jarang sikat gigi atau karena tergigit. Tapi, rombongan sariawan itu tanpa permisi mendadak menghuni posisi-posisi strategis di mulut saya.

Yang pertama, ada di sisi sebelah kanan bagian dalam atas bibir saya. Tidak terlalu parah karena hanya sariawan kecil jika dibandingkan apa yang ada di sisi dalam pipi sebelah kanan dekat gigi geraham. Yang ini adalah sariawan superpede yang cukup menyiksa karena panjangnya mungkin sekitar 1 cm dengan rasa yang seperti tersundut rokok. Yang lebih menyebalkan adalah sariawan supertidakpede yang mendadak muncul dibalik bibir atas tepat ditengahnya. Saking tidak Pedenya, sariawan ini muncul ber-4. Bayangkan! 4 sariawan sekaligus berkumpul di satu tempat. Entah karena tidak pede atau karena memang sengaja ingin mengeroyok… Yang jelas mereka menyebalkan!

Tidak banyak yang bisa saya lakukan terhadap sariawan-sariawan yang berpesta-pora di dalam sana. Saya cuma mencoba mengkonsumsi vitamin C, minum minuman mengandung vitamin C yang ada dalam botol kaca, dan mendadak jadi penggemar jus jambu biji merah yang katanya juga mengandung banyak vitamin C. Gara-gara sariawan itu saya jadi lupa bahwa overdosis vitamin c tidak akan membawa pengaruh apa-apa, bahkan ada yang bilang overdosis vitamin C sama saja dengan kekurangan vitamin C.

Untunglah, saat ini mereka tidak terlalu ganas lagi….

Saya juga jadi sadar. Ternyata sesuatu yang datang dari dalam diri kita sendiri seringkali lebih susah dikendalikan dari kendala-kendala yang datang dari luar. Dihadapkan dengan kesenangan yang menggoda lebih sulit dari kesulitan. Padahal, kegagalan kita lebih sering dikarenakan kita berbelok dari tujuan kita akibat melihat sesuatu yang kita nggap lebih indah. Kalau di jaman Nabi Ismail baru lahir dulu, fatamorganalah yang membuat sumber mata-air bisa tampak di mana-mana. Dan ternyata sesuatu yang sejati sangat dekat adanya, dibawah telapak kakinya.

Maka mungkin sekarang saatnya saya untuk kembali berkaca dan melihat ke dalam diri saya… Bisa jadi disanalah terletak oase yang sudah disediakan untuk saya….

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...