Kembara

Pengembaraan

Kelahiran

Dalam penyesalan

Entahlah

Aku tidak tahu

Kemana kaki ini hendak berjalan

Atau kemana tangan ini kelak menjamah

Maka tanyakan padaku seribu pertanyaan

Atau makilah aku dengan serapahmu

Katakan aku bodoh

Atau bilang saja aku mati

Karena mungkin aku memang zombie

Tik tok tik tok

90 tahun lagi aku mungkin masih di sini

Mengais jawaban dari sisa-sisa doa yang tersia

Dari harapan yang tak bertemu nyata

Tak akan pernah jadi perkara

Memang karena itulah aku ada

Untuk terus bertanya

Karena akulah tanda tanya

Akulah titik tiga yang bisa kau isi apa saja

Jangan panggil namaku

Jangan harap aku berhenti

Silakan kau berharap dalam mimpi

Karena aku mimpimu yang nyata

Lupakan saja aku

Karena aku muncul di tak sadarmu

Berdiri di ambang batasmu

Menyapa dari kegelapanmu

Tak tampak di balik terangmu

Tapi aku ada…

Tenanglah…. Aku akan selalu ada…

Jangan menyesal… Karena kau tak bisa berbuat apa-apa

Akulah takdir yang tertulis di balik pusaramu…

Taman WGP

23 Sept 2008 (23:52)

Menjelang tengah malam. Di bangku sebelahku 3 bapak-bapak sedang mengobrol.

Leave a comment

No comments yet.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

  • Enter your email address to subscribe to this blog and receive notifications of new posts by email.

    Join 9 other followers

  • Today’s Quote

    When you dance, your purpose is not to get to a certain place on the floor. It’s to enjoy each step along the way (Wayne Dyer)

  • Categories

  • Soundless Voices by Wisnu Sumarwan

    Inilah blog saya yang sederhana. Lewat blog ini saya hanya mencoba untuk menyampaikan apa yang saya pikirkan. Tentu saja saya hanya manusia biasa yang memungkinkan banyak terjadi kesalahan. Saya mohon maaf jika ada yang tidak berkenan. Welcome to the journey of soundless voices. Thank you...