Aku mendesah lagi. Memandang mendung tebal yang menggantung-gantung di langit menerbitkan galau. Sepatu yang hampir selalu basah, baju yang selalu lembab karena dipaksa kering oleh hawa panas seterika dan tidur yang tak pernah lelap, khawatir pada bocornya atap. Suara sungai di belakang bertambah keras setiap kali hujan turun makin deras. Ngeri. Seperti bibir sungai tengah [...]








